PPh Final UKM Ditanggung Pemerintah

pph final ukmPPh Final UKM menjadi salah satu jenis pajak yang diberikan insentif oleh Pemerintah berkaitan dengan masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Insentif pajak berupa PPh Final UKM Ditanggung Pemerintah diatur dalam PMK No. 44/PMK.03/2020. PMK 44/2020 menggantikan PMK 23/2020 yang telah diterbitkan sebelumnya.

PPh Final UKM menggunakan tarif 0,5% dikalikan omset Wajib Pajak diatur di PP No. 23 Tahun 2018. UKM yang juga terimbas oleh Covid-19 tentu membutuhkan insentif dari Pemerintah agar mampu bertahan selama wabah. Dengan terbitnya insentif pajak, cash flow UKM setidaknya dapat tertolong selama 6 bulan sesuai jangka waktu pemberian insetif pajak itu sendiri.

PPh Final UKM 0,5% PP 23/2018

pph final ukmPPh Final UKM 0,5% diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 (PP 23/2018) tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Penghasilan Bruto Tertentu. PP 23/2018 ini menggatinak PP 46/2013 yang mengatur PPh Final UKM 1%. Dengan berlakunya PP 23/2018 maka Pajak Penghasilan bagi UKM atau perusahaan kecil yang beromset tidak lebih dari 4,8 Miliar dalam satu tahun hanya sebesar 0,5%.

PP 23/2018 dikeluarkan dengan pertimbangan untuk memberikan kemudahan yang lebih berkeadilan kepada Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu untuk jangka waktu tertentu.

Insentif Pajak PMK 44/PMK.03/2020

insentif pajakInsentif Pajak PMK 44/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 baru saja diterbitkan oleh Pemerintah. Dengan PMK No. 44/2020 ini, Pemerintah memperluas cakupan penerima insentif pajak yang sebelumnya diatur dalam PMK No. 23/PMK.03/2020. Selain itu Pemerintah juga menambah satu insentif pajak baru bagi UMKM yakni “Pajak Ditanggung Pemerintah selama 6 bulan”.

Insentif pajak UMKM memang sangat ditunggu oleh para enterpreneur yang bergerak di sektor UMKM. Dengan terbitnya insentif pajak ini, pengusaha kecil bisa terbantu dalam hal pengaturan cash flow sehingga setidaknya mereka bisa bertahan dari efek buruk wabah Covid-19.

BACK TO TOP